Selasa, 16 November 2010

10 TIPS MENGHAFAL QUR'AN

1. Niat ikhlas dan tekad kuat
Menghafal al Qur’an adalah amal mulia. Tapi tanpa niat ikhlas hanya untuk mendapat ridha-Nya, kemuliaan dan selamat dari siksa, amalan hanya akan sia-sia. Apresiasi dari manusia berupa pujian, penghormatan dan rasa segan hanyalah sementara. Jangan sampai semua itu menodai amal kita atau bahkan menjadikan pahalanya musnah dan amalan pun sia-sia.



2. Berdo’a dan berusaha keras menghindari maksiat

Memohonlah kepada Allah, karena do’a orang mukmin takkan pernah sia-sia. Memintalah agar Allah berkenan menganugerahkan nikmat hafalan al Qur’an pada kita. Tentang maksiat, ”Tidaklah seseorang mempelajari al Qur’an lalu ia lupa akan hafalannya, melainkan karena dosa yang dilakukannya.”



3. Mempelajari tajwid dan tahsin
Mempelajari tajwid dan tahsin dalam menghafal al Qur’an adalah hal yang tak bisa ditawar. Sangatlah ironis jika hafal banyak ayat, tapi bacaannya masih salah dan kurang fasih. Biasanya ketika ingin masuk ke suatu ma'had tahfidz qur'an, akan ada tes masuk berupa tes tajwid dan tahsin.





4. Mengulang (muroja'ah) dan memperdengarkan (tasmi’) hafalan pada guru atau teman yg sudah hafidz

Hal ini akan membantu pemindahan memori dari otak kiri yang cepat hafal tapi mudah hilang ke otak kanan yang lamban tapi dapat bertahan lama, sekaligus koreksi bacaan berupa ayat atau kalimat yang terlewat.



5. Shalat dengan bacaan yang telah dihafal
Dengan hafalan baru, kita membuat bacaan shalat kita lebih bervariatif dan lebih beratsar (berbekas) apalagi untuk shalat malam. Penghafal qur'an tidak bisa lepas dari shalat malam.



6. Membuat target hafalan setiap hari.
Misalnya menargetkan sepuluh ayat setiap hari atau satu halaman, satu hizb, seperempat hizb atau bisa ditambah/dikurangi dari target tersebut sesuai dengan kemampuan. Yang jelas target yang telah ditetapkan sebisa mungkin untuk dipenuhi.



7. Berusaha mengamalkan
Para shahabat tidak berpindah dari mempelajari 10 ayat sebelum mengamalkannya.



8. Bergabung dalam kelompok
Dengan berkumpul bersama penghafal, semangat dan keistiqomahan kita dapat terjaga. Masuklah ke ma'had-ma'had atau pesantren tahfidz yang saat ini banyak berdiri dimana-mana dengan fasilitas yang modern dan dengan biaya sangat murah (bahkan kebanyakan gratis).



9. Gunakan satu jenis mushaf
Bergonta-ganti mushaf berefek kurang baik pada hafalan terutama yang beda tulisan dan halamannya. Dengan menggunakan satu mushaf, kinerja otak akan terbantu dan hafalan pun akan lebih lancar.



10. Memanfaatkan usia emas dalam menghafal
Usia emas untuk menghafal yang dimaksud adalah usia antara 5 sampai kurang lebih 23 tahun. Pada usia ini kekuatan hafalan sangat bagus. Adapun usia setelahnya, bukan berarti kesempatan menghafal tertutup. Karena menghafal adalah pekerjaan ketekunan dan kesabaran, siapa yang tekun dan sabar, hasil yang dicapai insyaallah tetap memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar